Tampilkan postingan dengan label Belajar Bahasa Arab. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Belajar Bahasa Arab. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 Juni 2012

Kata Mutiara Islam

0 komentar
 - Disini anda bisa melihat aneka kumpulan kata mutiara Islami yang Tourworldinfo Community kutip dari Mutiara Hadits dari Para Imam. Kata mutiara Islam terbaru ini alangkah baiknya kita terapkan didalam kehidupan kita karena isinya mencakup kata cinta islami, kata mutiara cinta islam, kata bijak islami, kata islami tentang cinta yang dapat mendekatkan kita sekaligus mengigatkan kita atas kebesaran Allah SWT. Well, seprti apa kata mutiara Islam terbaru yang akan Tourworldinfo Community berikan? Eitz, sabar dulu karena semuanya pasti akan tersedia di blog ini...

Kata Mutiara Islam


Sebenarnya kata kata bijak islami atau kata mutiara Islam sudah banyak yang share di duniainternet ini. Akan tetapi Tourworldinfo Community akan memberikan kata mutiara islami terbaru khusus untuk para pengunjung setia Tourworldinfo Community yang sebelumnya telah membaca postingan Tourworldinfo Community tentang Sea Games Indonesia 2011,Kata Kata BijakCara Menjadi Orang yang Beribawa dan tak ketinggalan pula Manfaat Makan IkanUcapan Selamat Ulang Tahun yang semuanya menjadi postingan favorite Tourworldinfo Community. 

Well, tanpa basa basi lagi kita langsung saja ke topik pembicaraan kita tentang kata mutiara islam yang akan kami tulis dan luapkan di blog ini. Seperti apa kumpulan kata bijak Islami ala Tourworldinfo Community yang kami dapatkan dari berbagai macam sumber yang ada. Cekidotttt...

Kumpulan Kata Mutiara Islam

=========================================
Kata Mutiara Islam dari Hadits Imam Ja‘far as
=========================================

Kata Mutiara Islam
• “Waspadalah terhadap tiga orang: pengkhianat, pelaku zalim, dan pengadu domba. Sebab, seorang yang berkhianat demi dirimu, ia akan berkhianat terhadapmu dan seorang yang berbuat zalim demi dirimu, ia akan berbuat zalim terhadapmu. Juga seorang yang mengadu domba demi dirimu, ia pun akan melakukan hal yang sama terhadapmu.”


Kata Mutiara Islam
• “Tiga manusia adalah sumber kebaikan: manusia yang mengutamakan diam (tidak banyak bicara), manusia yang tidak melakukan ancaman, dan manusia yang banyak berzikir kepada Allah.”


Kata Mutiara Islam
• “Sesungguhnya puncak keteguhan adalah tawadhu’.” Salah seorang bertanya kepada Imam, “Apakah tanda-tanda tawadhu’ itu?” Beliau menjawab, “Hendaknya kau senang pada majlis yang tidak memuliakanmu, memberi salam kepada orang yang kau jumpai, dan meninggalkan perdebatan sekalipun engkau di atas kebenaran.”


Kata Mutiara Islam
• Seorang laki-laki seringkali mendatangi Imam Ja‘far as, kemudian dia tidak pernah lagi datang. Tatkala Imam as menanyakan keadaannya, seseorang menjawab dengan nada sinis, “Dia seorang penggali sumur.” Imam as membalasnya, “Hakekat seorang lelaki ada pada akal budinya, kehormatannya ada pada agamanya, kemuliannya ada pada ketakwaannya, dan semua manusia sama-sama sebagai Bani Adam.” 


Kata Mutiara Islami
• “Hati-hatilah terhadap orang yang teraniaya, karena doanya akan terangkat sampai ke langit.”


Kata Mutiara Islam
• “Ulama adalah kepercayaan para rasul. Dan bila kau temukan mereka telah percaya pada penguasa, maka curigailah ketakwaan mereka.”


Kata Mutiara Islam
• “Tiga perkara dapat mengeruhkan kehidupan: penguasa zalim, tetangga yang buruk, dan perempuan pencarut. Dan tiga perkara yang tidak akan damai dunia ini tanpanya, yaitu keamanan, keadilan, dan kemakmuran.”

=========================================
Kata-kata mutiara Islam dari Imam Baqir a.s.
=========================================
Kata Mutiara Islam
1. Jiwa yang agung
“Kuwasiatkan lima hal kepadamu: (1) jika engkau dizalimi, jangan berbuat zalim, (2) jika mereka mengkhianatimu, janganlah engkau berkhianat, (3) jika engkau dianggap pembohong, janganlah marah, (4) jika engkau dipuji, janganlah gembira, dan (5) jika engkau dicela, kontrollah dirimu”.

Kata Mutiara Islam
2.Akibat baik dan buruk
“Alangkah mungkin orang yang tamak kepada dunia akan mendapatkannya di dunia. Akan tetapi, ketika ia mendapatkan seluruhnya, dunia itu akan menjadi bala` baginya dan ia menjadi sengsara karenanya. Dan alangkah mungkin seorang membenci urusan akhirat. Akan tetapi, ia dapat menggapainya kemudian dan ia hidup bahagia karenanya”.

Kata Mutiara Islam
3. Keutamaan terbaik dan jihad terbaik
“Tiada keutamaan seperti jihad dan tiada jihad seperti menentang hawa nafsu”.

Kata Mutiara Islam
4. Ambillah nasihat yang baik
“Ambillah nasihat baik dari orang yang mengucapkannya meskipun ia tidak mengamalkannya”.

Kata Mutiara Islam
5. Indahnya kesabaran yang disertai dengan ilmu
“(Jika sesuatu digabung dengan yang lain), tidak ada gabungan yang lebih indah dari kesabaran yang digabung dengan ilmu”.

Kata Mutiara Islam
6. Kesempurnaan yang paling sempurna
“Kesempurnaan yang paling sempurna adalah tafakkuh (mendalami) agama, sabar menghadapi musibah dan ekonomis dalam mengeluarkan biaya hidup”.

Kata Mutiara Islam
7. Tiga kriteria agung
“Tiga hal adalah kemuliaan dunia dan akhirat: memaafkan orang yang menzalimimu, menyambung tali persaudaraan terhadap orang yang memutuskannya, dan sabar ketika engkau diperlakukan sebagai orang bodoh”.

Kata Mutiara Islam
8. Kontinyu dalam berdoa
“Sesungguhnya Allah membenci seseorang yang meminta-minta kepada orang lain berkenaan dengan kebutuhannya, dan menyukai hal itu (jika ia meminta kepada)-Nya. Sesungguhnya Ia suka untuk diminta setiap yang dimiliki-Nya”.

Kata Mutiara Islam
9. Keutamaan orang alim atas ‘abid
“Seorang alim yang dapat dimanfaatkan ilmunya lebih utama dari tujuh puluh ribu ‘abid”.

Kata Mutiara Islam
10. Dua karakter orang alim
“Seorang hamba bisa dikatakan alim jika ia tidak iri kepada orang yang berada di atasnya dan tidak menghina orang yang berada di bawahnya”.

Kata Mutiara Islam
11. Tiga pahala
“Jika mulut seseorang berkata jujur, maka perilakunya akan bersih, jika niatnya baik, maka rezekinya akan ditambah, dan jika ia berbuat baik kepada keluarganya, maka umurnya akan ditambah”.

Kata Mutiara Islam
12. Tinggalkanlah kemalasan
“Janganlah malas dan suka marah, karena keduanya adalah kunci segala keburukan. Barang siapa yang malas, ia tidak akan dapat melaksanakan hak (orang lain), dan barang siapa yang suka marah, maka ia tidak akan sabar mengemban kebenaran”.

Kata Mutiara Islam
13. Penyesalan di hari kiamat
“Orang yang paling menyesal di hari kiamat adalah orang yang berbicara keadilan dan ia sendiri tidak melaksanakannya”.

Kata Mutiara Islam
14. Buah silaturahmi
“Silaturahmi dapat membersihkan amalan, memperbanyak harta, menghindarkan bala`, mempermudah hisab (di hari kiamat) dan menunda ajal tiba”.

Kata Mutiara Islam
15. Berucap ramah dengan orang lain
“Ucapkanlah kepada orang lain kata-kata terbaik yang kalian senang jika mereka mengatakan itu kepadamu”.

Kata Mutiara Islam
16. Hadiah Ilahi
“Allah akan memberikan hadiah bala` kepada hamba-Nya yang mukmin sebagaimana orang yang bepergian akan selalu membawa hadiah bagi keluarganya, dan menjaganya dari (godaan) dunia sebagaimana seorang dokter menjaga orang yang sakit”.

Kata Mutiara Islam
17. Jujur dan melaksanakan amanat
“Bersikaplah wara’, berusahalah selalu, jujurlah, dan berikanlah amanat kepada orangnya, baik ia adalah orang baik maupun orang fasik. Seandainya pembunuh Ali bin Abi Thalib a.s. menitipkan amanat kepadaku, niscaya akan kuberikan kepadanya”.

Kata Bijak Islami
18. Perbedaan antara ghibah dan tuduhan
“Ghibah adalah engkau membicarakan aib (yang dimiliki oleh saudaramu) yang Allah telah menutupnya (sehingga tidak diketahui oleh orang lain), dan menuduh adalah engkau membicarakan aib yang tidak dimiliki olehnya”.

Kata Bijak Islami
19. Pencela dibenci Allah
“Allah membenci pencela yang tidak memiliki harga diri”.

Kata Bijak Islami
20. Tanda-tanda rendah hati
“(Engkau dapat dikatakan rendah hati jika) engkau rela duduk di sebuah majelis yang lebih rendah dari kedudukanmu, mengucapkan salam kepada orang yang kau jumpai, dan menghindari debat meskipun engkau benar”.

Kata Bijak Islami
21. Menjaga harga diri adalah ibadah terbaik
“Ibadah yang terbaik adalah menjaga perut dan kemaluan”.

Kata Bijak Islami
22. Sumber dosa adalah tidak kenal Allah
“Tidak akan bermaksiat kepada Allah orang yang mengenal-Nya”.

Kata Bijak Islami
24. Akal adalah makhluk Allah terbaik
“Ketika Allah menciptakan akal, Ia berfirman kepadanya: “Kemarilah!” Ia pun menghadap. Ia berfirman kembali: “Mundurlah!” Ia pun mundur. Kemudian Ia berfirman: “Demi kemuliaan dan keagungan-Ku, Aku tidak pernah menciptakan makhluk yang lebih Kucintai darimu, dan Aku tidak akan menyempurnakanmu kecuali bagi orang yang Kucintai. Semua perintah, larangan, siksa dan pahala-Ku tertuju kepadamu”.

Kata Bijak Islami
25. Hisab atas dasar akal
“Sesungguhnya Allah akan menghisab hamba-hamba-Nya pada hari kiamat sesuai dengan kadar akal yang telah dianugerahkan kepada mereka di dunia.”

Kata Bijak Islami
26. Pahala guru dan murid
“Sesungguhnya pahala orang yang mengajarkan ilmu adalah seperti pahala orang yang belajar darinya, dan ia masih memiliki kelebihan darinya. Oleh karena itu, pelajarilah ilmu dari ahlinya dan ajarkanlah kepada saudara-saudaramu sebagaimana ulama telah mengajarkannya kepadamu”.

Kata Bijak Islami
27. Dosa mufti yang tidak berilmu
“Barang siapa yang mengeluarkan fatwa tanpa ilmu yang cukup, maka ia akan dilaknat oleh malaikat rahmat dan azab serta dosa orang yang mengamalkan fatwanya akan dipikul olehnya”.

Kata Bijak Islami
28. Ulama neraka
“Orang yang mencari ilmu dengan tujuan mendebat ulama (lain), mempermalukan orang-orang bodoh atau mencari perhatian manusia, maka bersiap-siaplah untuk menempati neraka. Kepemimpinan tidak berhak dimiliki kecuali oleh ahlinya”.

Kata Bijak Islami
29. Tanda-tanda seorang faqih
“Faqih yang sebenarnya adalah orang yang zahid terhadap dunia, rindu akhirat dan berpegang teguh kepada sunnah Rasulullah SAWW”.

Kata Bijak Islami
30. Bergurau tanpa mencela
“Sesungguhnya Allah azza wa jalla menyukai orang-orang yang suka bergurau dengan orang lain dengan syarat tanpa cela-mencela”.

Kata Bijak Islami
31. Azab untuk tiga kriteria
“Tiga kriteria yang penyandangnya tidak akan meninggal dunia kecuali ia telah merasakan siksanya: kezaliman, memutuskan tali silaturahmi dan bersumpah bohong, yang dengan sumpah tersebut berarti ia telah berperang melawan Allah”.

Kata Bijak Islami
32. Yang disukai Allah
“Sesuatu yang paling utama di sisi Allah adalah engkau meminta segala yang dimiliki-Nya”.

Kata Bijak Islami
33. Kontinyu dalam doa
“Demi Allah, seorang hamba tidak berdoa kepada-Nya terus menerus kecuali Ia akan mengabulkannya”.

Kata Bijak Islami
34. Berdoa di waktu sahar
“Sesungguhnya Allah mencintai hamba yang banyak berdoa. Oleh karena itu, berdoalah pada waktu ashar hingga matahari terbit, karena pada waktu itu pintu-pintu langit terbuka, rezeki-rezeki dibagikan dan hajat-hajat penting dikabulkan”

Kata Bijak Islami
35. Berdoa untuk orang lain
“Doa yang paling cepat dikabulkan adalah doa seorang hamba untuk saudaranya tanpa sepengetahuannya”.

Kata Bijak Islami
36. Mata-mata yang tidak akan menangis
“Semua mata pasti akan menangis pada hari kiamat kecuali tiga mata: mata yang bangun malam di jalan Allah, mata yang menangis karena takut kepada-Nya dan mata yang tidak pernah melihat hal-hal yang diharamkan oleh Allah”.

Kata Bijak Islami
37. Orang yang tamak bak ulat sutra
“Perumpamaan orang yang tamak bagaikan ulat sutra. Ketika sutra yang melilitnya bertambah banyak, sangat jauh kemungkinan baginya untuk bisa keluar sehingga ia akan mati kesedihan di dalam sarangnya sendiri”.

Kata Bijak Islami
38. Jangan berwajah dua
“Hamba yang paling celaka adalah hamba yang berwajah dan bermulut dua; ia memuji saudaranya di hadapannya dan menghibahnya di belakangnya, jika saudaranya itu dianugerahi nikmat, ia iri dan jika ia ditimpa musibah, ia menghinanya”.

=========================================
Kata Mutiara Islam
Perbanyaklah kamu mengingat mati, karena hal itu bisa membersihkan dosa dan menyebabkan kamu zuhud atau tidak cinta kepada dunia.(Rasulullah)

Kata Mutiara Islam
Keluarlah dari dirimu dan serahkanlah semuanya pada Allah, lalu penuhi hatimu dengan Allah. Patuhilah kepada perintahNya, dan larikanlah dirimu dari laranganNya, supaya nafsu badaniahmu tidak memasuki hatimu, setelah itu keluar, untuk membuang nafsu-nafsu badaniah dari hatimu, kamu harus berjuang dan jangan menyerah kepadanya dalam keadaan bgaimanapun juga dan dalam tempo kapanpun juga.(Syekh Abdul Qodir al-Jaelani)

Kata Mutiara Islam
Berteman dengan orang bodoh yang tidak mengikuti ajakan hawa nafsunya adalah lebih baik bagi kalian, daripada berteman dengan orang alim tapi selalu suka terhadap hawa nafsunya.(Ibnu Attailllah as Sakandari)

Kata Mutiara Islam
Orang yang suka berkata jujur akan mendapatkan 3 hal, yaitu : KEPERCAYAN, CINTA dan RASA HORMAT (Sayidina Ali bin Abi Thalib)

Kata Mutiara Islam
Ketahuilah bahwa sabar, jika dipandang dalam permasalahan seseorang adalah ibarat kepala dari suatu tubuh. Jika kepalanya hilang maka keseluruhan tubuh itu akan membusuk. Sama halnya, jika kesabaran hilang, maka seluruh permasalahan akan rusak.
(Sayidina Ali bin Abi Thalib)

Kata Mutiara Islam
Kejahatan yang dibalas dengan kejahatan pula adalah sebuah akhlaq ular, dan kalau kebajikan dibalas dengan kejahatan itulah akhlaq buaya, lalu bila kebajikan dibalas dengan kebajkan adalah akhlaq anjing, tetapi kalau kejahatan dibalas dengan kebajikan itulah akhlaq manusia.(Nasirin)

Kata Mutiara Islam
Ilmu itu lebih baik daripada harta. Ilmu akan menjaga engkau dan engkau menjaga harta. Ilmu itu penghukum (hakim) sedangkan harta terhukum. Kalau harta itu akan berkurang apabila dibelanjakan, tetapi ilmu akan bertambah apabila dibelanjakan.(Sayidina Ali bin Abi Thalib)

Kata Mutiara Islam
Sabar memiliki dua sisi, sisi yang satu adalah sabar, sisi yang lain adalah bersyukur kepada Allah. (Ibnu Mas’ud)

Kata Mutiara Islam
Takutlah kamu akan perbuatan dosa di saat sendirian, di saat inilah saksimu adalah juga hakimmu. (Ali bin Abi Thalib)

Kata Mutiara Islam
Orang yang paling aku sukai adalah dia yang menunjukkan kesalahanku.(Umar bin Khattab)

Kata Mutiara Islam
Niat adalah ukuran dalam menilai benarnya suatu perbuatan, oleh karenanya, ketika niatnya benar, maka perbuatan itu benar, dan jika niatnya buruk, maka perbuatan itu buruk. (Imam An Nawawi)

Kata Mutiara Islam
Aku mengamati semua sahabat, dan tidak menemukan sahabat yang lebih baik daripada menjaga lidah. Saya memikirkan tentang semua pakaian, tetapi tidak menemukan pakaian yang lebih baik daripada takwa. Aku merenungkan tentang segala jenis amal baik, namun tidak mendapatkan yang lebih baik daripada memberi nasihat baik. Aku mencari segala bentuk rezki, tapi tidak menemukan rezki yang lebih baik daripada sabar. (Umar bin Kattab)

Kata Mutiara Islam
Dia yang menciptakan mata nyamuk adalah Dzat yang menciptakan matahari.(Bediuzzaman Said Nursi)

Kata Mutiara Islam
Penderitaan jiwa mengarahkan keburukan. Putus asa adalah sumber kesesatan; dan kegelapan hati, pangkal penderitaan jiwa.(Bediuzzaman Said Nursi)

Kata Mutiara Islam
Kebersamaan dalam suatu masyarakat menghasilkan ketenangan dalam segala kegiatan masyarakat itu, sedangkan saling bermusuhan menyebabkan seluruh kegiatan itu mandeg.(Bediuzzaman Said Nursi)

Kata Mutiara Islam
Menghidupkan kembali agama berarti menghidupkan suatu bangsa. Hidupnya agama berarti cahaya kehidupan.(Bediuzzaman Said Nur)

Kata Mutiara Islam
Orang yang terkaya adalah orang yang menerima pembagian (taqdir) dari Allah dengan senang hati.(Ali bin Husein)

Kata Mutiara Islam
Seseorang yang melihat kebaikan dalam berbagai hal berarti memiliki pikiran yang baik. Dan seseoran yang memiliki pikiran yang baik mendapatkan kenikmatan dari hidup.(Bediuzzaman Said Nur)

Kata Mutiara Islam
Pangkal dai semua kebaikan di dunia maupun di akhirat adalah taqwa kepada Allah.(Abu Sualeman Addarani)

Kata Mutiara Islam
Barang siapa tidak dicoba dengan bencana atau kesusahan, maka tidak ada sebuah kebahagiaan pun disisi Allah.(Adh-Dhahhak)


Nah, itulah kumpulan kata kata mutiara islam atau kata bijak islami terbaru dari Tourworldinfo Community yang akan kami update setiap hari. Semoga kata bijak islami tersebut dapat membuat anda merasa lebih bersemangat dalam menjalankan hidup di dunia ini. AMIN!!! 

Minggu, 03 Juni 2012

Ghazwulfikr

0 komentar
Pengertian "Ghazwulfikr"
Ghazwulfikr dapat dilihat dari segi bahasa maupun istilah. "Ghazwun" secara bahasa artinya serangan, serbuan, dan invasi, sedangkan "Fikr" adalah pemikiran. Sedangkan secara istilah "Ghazwulfikr" artinya penyerangan dengan berbagai cara terhadap pemikiran umat Islam guna mengeluarkan mereka dari hal-hal yang benar karena telah tercampur aduk dengan hal-hal yang tidak islami.
Sedangkan dalam istilah kemiliteran perang non konvensional, Ghazwulfikr disebut sebagai Psy War atau Mind control (perang urat saraf), dengan kata lain Ghazwulfikri adalah sebuah serangan yang bisa mengubah persepsi seseorang agar otaknya menilai sesuatu itu baik atau jelek, menerima atau menolaknya.
Ghazwulfikri adalah perang yang sama sekali tidak menumpahkan darah, tidak meluluh lantakkan gedung, tidak membumi hanguskan sebuah wilayah, jauh dari bisingnya desingan peluru, ledakan bom serta dentingan senjata-senjata tajam, namun daya rusaknya lebih dahsyat dari perang konvensional. Obyeknya bukanlah tubuh manusia namun otak dan hati manusia itu sendiri.
Awal munculnya "Ghazwufikri"
Ghazwulfikri berawal dari konspirasi pertama yang dilakukan oleh Iblis La’natullah ‘Alaihi terhadap Adam dan Hawa 'Alaihima salam, ketika itu Iblis berusaha membujuk keduanya agar mencicipi buah Khuldi yang telah dilarang oleh Allah Ta`ala. Dalam hal ini Iblis tidaklah secara langsung menyuruh keduanya untuk memakan buah tersebut, akan tetapi ia melancarkan kelicikannya melalui propaganda mautnya, seperti yang disebutkan dalam Al-Quran bahwa Iblis berkata: "Sesungguhnya Allah melarang kalian memakan buah Khuldi supaya kalian tidak menjadi malaikat dan tidak dapat hidup abadi" (QS. 7:20).
Iblis sangat yakin bahwa dengan lansung menyuruh memakan buah tersebut Adam dan Hawa pasti tidak mau menurutinya, maka dengan menanamkan keraguan terhadap Sang Pencipta. Iblis menjerumuskan keduanya, maka terjadilah apa yang diinginkan iblis sehingga Adam Dan Hawa dikeluarkan dari surga dan diturunkan ke bumi.
Seiring berputarnya waktu, keturunan Adam dan Hawa senantiasa berhadapan dengan tipu muslihat Iblis dibantu oleh para pengikutnya. Seorang peniliti Amerika mengatakan bahwa gerakan Iblis bersama pengikutnya ini disebut sebagai "Brotherhood Of Snake" (persaudaraan ular) yang merupakan cikal bakal dari gerakan Ordo Gereja Yohanit, Ordo Sion, Ksatria Templar, Freemasonry, dan Zionisme, dan gerakan-gerakan lainnya yang mengatasnamakan Liberal. Mereka semua merupakan pengikut dan penerus ajaran Iblis, yang berusaha menghancurkan tauhid dan menggatikannya dengan faham-faham yang menggunakan nama-nama yang telah dipoles seilmiah mungkin yang sebenarnya hanya sebuah kedustaan belaka
Mengapa kita harus memahami "Ghazwulfikr"?
Memahami Ghazwulfikri merupakan hal yang sangat penting karena dengan begitu kita dapat mengetahui hal-hal berikut:
  • Mengenal musuh Islam atau pelaku-pelaku Ghazwulfikr.
  • Mengenal sarana-sarana yang dapat meruntuhkan Islam.
  • Mengenal keadaan alam Islam.
  • Menghindari keraguan dalam Islam.
  • Memahami medan dakwah kepada Allah dengan melihat ayat-ayat-Nya.
Pelaku-pelaku Ghazwulfikr
Adapun pelaku-pelaku dari Ghazulfikr adalah musuh-musuh islam, yang tidak pernah rela melihat kejayaan islam. Mereka melakukan segala upaya agar umat islam mengikuti perbuatan mereka melalui perusakan pemikiran yang mereka khususkan kepada generasi muda islam.
Sarana-sarana Ghazwulfikr
Para pelaku Ghazwufikr mengunakan banyak sarana untuk melancarkan misinya, memanfaatkan faktor-faktor vital dalam lingkup kehidupan masyarakat islam dari berbagai segi seperti:
  • Segi Aqidah, dengan memasukan pemahaman-pemahaman yang mendangkalkan aqidah dengan maraknya berbagai ajaran-ajaran sesat ditengah-tengah komunitas muslim.
  • Segi Pendidikan, mereka menyisipkan pikiran-pikiran liberal dalam sistem pendidikan kita, bahkan menjadikannya materi pelajaran sekolah, serta memanipulasi sejarah dunia.
  • Media Cetak dan elektronik, yang dampaknya terasa sangat kuat, dengan tersebarnya majalah-majalah yang sarat dengan budaya non islam serta tidak terkontrolnya acara-acara televisi yang menunjukkan bahwa mereka telah meracuni dan mengendalikan pemikiran kita melalui media cetak dan elektronik.
  • Serta sederet sarana-sarana lain yang mereka gunakan untuk memerangi pemikiran kita seperti persamaan hak antara gender, bidang seni, perekonomian dan bidang pendidikan lainnya dalam aspek kehidupan umat islam.
Program-Program Ghazwulfikr
Para pelaku ghazwulfikr sangat jeli dalam melihat kelemahan umat islam, kesempatan ini mereka gunakan untuk melancarkan serangan-serangannya yang sudah terencana dengan matang, sehingga kita dapat mengenal beberapa program dari Ghazwulfikr seperti Program 5S dan 3F
1. Sex (hubungan pra nikah)
Menyebar luaskan free sex, terutama untuk pemuda-pemudi Islam. Saat ini hubungan pranikah antara pria dan wanita menjadi suatu hal yang tidak asing bahkan menjadi suatu trend di kalangan remaja islam yang timbul dari budaya pergaulan bebas antara lawan jenis.
2. Song (lagu)
Mempopulerkan lagu-lagu bermuatan sekuler dan budaya barat melalui lagu-lagu dari negerinya sendiri ataupun dari negeri islam.
Menyebarkan lagu-lagu Islami dengan lirik yang sarat hikmah dan namun bermuatan musik dan tidak menambah keimanan.
3. Show (TV atau film)
  • Menampilkan film-film dengan adegan yang vulgar.
  • Menampilkan film-film yang menyudutkan Islam.
  • Menyuguhkan acara-acara bermuatan sekuler.
  • Pengaturan Jam tayang acara pada waktu shalat.
4. Science (ilmu pengetahuan)
  • Menanamkan pola pikir barat.
  • Mempopulerkan ilmuwan non islam.
  • Memutarbalikkan fakta tentang ilmu-ilmu yang ada saat ini.
5. Story (sejarah)
  • Memutarbalikan fakta dan kebenaran sejarah dunia
  • Menenggelamkan tokoh-tokoh sejarah Islam, dan merusak citra baik mereka di mata dunia.
6. Fun
Menyebarkan paham life for fun (hidup untuk kesenangan).
7. Food
Membuat makanan-makanan berbau syubhat, yang diragukan standar kehalalannya.
8. Fashion
Adanya slogan back to nature yakni menggunakan kulit dan bagian binatang tertentu sebagai bahan pakaian. Serta melalaikan kewajiban muslimah untuk mengenakan jilbab, dengan mengumbar aurat mereka.
Antisipasi
Lantas bagaimakah sikap kita untuk menghadapi Ghazwulfikr ditengah-tengah krisis yang melanda umat islam ini?
Dan berikut beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk melawan dan membentengi diri dari serangan pemikiran ini, diantaranya:
  • Kembali pada Kemurnian Islam, semuanya dikembalikan kepada Islam, dengan menitikberatkan pada aqidah umat, serta mempelajari islam dengan pemahaman yang lurus dengan berpegang kepada Al-Qur'an dan Sunnahnya. Karena jika aqidah kita kuat, musuh-musuh islam tidak akan mampu memusnahkan kita dengan cara apapun.
  • Bangga akan keislaman kita, tidak malu-malu untuk menunjukkan keislaman kita pada orang lain. Namun bangga disini adalah bangga yang terkendali, bukan bangga atas amalan yang telah kita lakukan dengan maksud mendapat pujian dari orang lain.
  • Memerangi hawa nafsu dari berbagai ujian dunia yang menyelimuti kehidupan umat.
  • Kembali pada al-Quran dan As-Sunnah, dengan menjalani kehidupan sesuai tuntunan Al-Quran dan As-Sunnah serta meyakininya sebagai solusi atas segala permasalahan yang dapat membentengi diri kita dari pemikiran musuh-musuh islam.
Maka sudah sepantasnya kita sebagai seorang muslim membuka mata dan telinga kita bersama-sama berusaha untuk menerapkan aqidah dan pemikiran yang benar untuk melawan musuh-musuh kita dan berjihad di perang pemikiran ini. Wallahu 'alam.

Aku Ingin Surga

0 komentar
“Laailaha Illallah” adalah susunan kata yang tidak asing lagi bagi segenap orang khususnya kaum muslimin. Sebuah kalimat yang tidaklah sulit diucapkan, bahkan anak yang baru mengenal abjad pun dengan mudah dapat melafadzkannya. Setiap hari, bahkan setiap saat kalimat tersebut dapat kita dengarkan, bergema dari seluruh penjuru dan pelosok dunia.
Namun pernahkah kita merenungkan kembali bahwa dibalik kemasyhuran dan ketenaran tersebut tersimpan makna yang sangat dalam? Ataukah memang kebekuan hati dan kelalaian jiwa ini telah menyulap semua itu yang tak lain hanyalah sebuah untaian yang tak lebih dari kicauan burung?
Tidakah kita menyadari betapa para Utusan Sang Pencipta alam semesta telah mengukir sejarah dengan darah dan keringat mereka untuk menyuarakan kalimat tersebut? Lupakah kita akan runtuhnya peradaban-peradaban raksasa paganis kuno yang menguasai timur dan barat hanya dengan semboyan kalimat tersebut? Dan bukankah dengan kalimat tersebut manusia kembali meraih status mulianya sebagai ciptaan Allah yang paling sempurna yang sebelumnya lebih hina dari binatang?
Tentu pertanyaan-pertanyaan semacam ini tujuannya bukanlah mengharapkan jawaban yang kebenarannya akan dinilai seratus oleh sang guru agama, akan tetapi marilah kita kembali bersama-sama merenung, membuka cakrawala pikiran kita, serta kembali sadar sesuatu yang sangat mendasar dalam kehidupan beragama kita nampaknya telah buram dan kusut bahkan mungkin saja sudah terkikis.
Diantara sekian banyak orang yang mengaku muslim, hanya segolongan kecil saja yang mampu memperlihatkan tanda-tanda keislaman hakiki dalam hidupnya, penyebabnya bisa bermacam-macam, diantaranya: minimnya pendidikan agama, faktor lingkungan yang tidak mendukung, Islam simbolisasi atau Islam keturunan, kurang perduli terhadap agama dan lain sebagainya.
Apapun alasannya, kita tidak bisa menghindar dari kewajiban untuk mengetahui dan memahami agama ini dengar benar sesuai dengan apa yang diajarkan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dan para Sahabatnya.
Tapi mungkin saja timbul pertanyaan baru dalam benak kita, adakah ajaran Islam yang tidak sesuai dengan ajaran Rasullah? lalu bagaimana mengetahui Islam yang sebenarnya? Dalam hal ini, semua orang yang menawarkan Islam akan mengakui bahwa islam yang disampaikannya adalah benar, terlepas dari latar belakang semua itu tidak ada salahnya jika kita menggunakan pendekatan logika sederhana. Kalau tukang roti berbeda dengan seorang mekanik mengenai penamaan sebuah onderdil mesin, kira-kira siapa yang lebih benar diantara mereka berdua? Tentu jawaban orang sehat mengatakan yang benar adalah sang Mekanik.
Pendekatan diatas tidak terlalu jauh berbeda dengan selektifitas ajaran Islam yang benar. Tentu orang yang menyampaikan ajaran Islam yang benar memiliki beberapa karakter antara lain:
  1. Perkataannya selalu merujuk pada asal ajaran Islam (al-Quran dan Sunnah Sahihah).
  2. Perbuatannya tidak menyelisihi perkataannya.
  3. Akhlaknya selalu mencerminkan nilai-nilai ajaran Islam.
  4. Tidak mengatakan sesuatu diluar pengetahuannya.
  5. Mengajak kepada Islam semata-mata atas dorongan tanggung jawab dan keikhlasan.
Sudah merupakan kaidah umum, dimana apabila kita ingin mendirikan sebuah bangunan yang kokoh maka pertama-tama yang harus dipermantap adalah pondasi bangunan tersebut. Bertolak dari kaidah ini maka kita memahami Islam sebagai tonggak hidup haruslah berawal dari asasnya yang sering kita dengar dengan sebutan “Akidah”.
Adapun rangka dari Akidah sebagaimana yang telah dijelaskan oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dalam sebuah hadits-Nya. Yang artinya:
“Islam dibangun diatas lima asas: Mengikrarkan bahwa tiada tuhan (yang berhak disembah) kecuali Allah, dan Muhammad adalah Rasul Allah, mendirikan shalat, mengeluarkan zakat, berpuasa pada bulan Ramadhan serta naik haji bila mampu”.
Salah satu point utama yang disebutkan dalam hadits ini, berikrar dengan mengucapkan Dua kalimat syahadat “Laialaha Illallah Muhammadarrasulullah”, namun karena kedua kalimat syahadat ini masing-masing mempunyai konsekuwensi dan pembahasan tersendiri, maka tak ada salahnya bila dalam kesempatan ini kita mencoba mengupas makna serta kan dungan dari kalimat pertama ”Lailaha Illallah” dengan memohon taufik Allah Azza Wajalla.

Pengertian “Laailaha Illallah”
Telah kita singgung sebelumnya mengenai makna “Lailaha Illallah” bahwa tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Allah Ta`ala. Namun demikian, dalam memaknai kalimat Lailaha Illallah ternyata tidak sedikit orang yang keliru dan kurang jeli sehingga melahirkan pengertian yang kurang pas. Diantaranya dengan mengatakan “Tiada tuhan kecuali Allah”. Tentu pengertian ini tidak berbeda dengan ”Allah itu adalah Tuhan dan Tuhan itu adalah Allah”. Secara sepintas memang diagnosa penyakitnya tidak jelas, tapi coba kita kembali menyimak firman Allah Azza Wajalla dalam Surat Yusuf yang artinya: “Wahai kedua penghuni penjara! Manakah yang lebih baik tuhan-tuhan yang bermacam-macam ataukah Allah Yang Esa lagi Maha Perkasa?” Surah al-Kahfi: “Mereka itu kaum kami yang telah menjadikan tuhan-tuhan (untuk disembah) selain Dia (Allah Ta`ala)”. Dan ayat-ayat serupa yang menjelaskan tentang adanya tuhan-tuhan yang dijadikan sesembahan selain Allah didunia ini. Dari Ayat-ayat tersebut dijelaskan tentang keberadaan tuhan-tuhan yang di sembah didunia, baik itu berupa benda hidup ataupun benda mati. Sebagai seorang muslim sejati yang yakin terhadap keesaan Allah Ta`ala tentu menolak mentah-mentah kalau tuhan-tuhan yang banyak tersebut tak lain adalah Allah Ta`alah Yang kita sembah –maha suci Allah dari semua itu.

Rukun “Lailaha Illallah”
Memang, kalimat “Lailaha Illallah” mempunyai dua rukun; menafikan dan menetapakan. Namun, menafikan disini bukan menafikan keberadaan tuhan-tuhan tersebut akan tetapi menafikan hak sesembahan terhadap mereka, akan tetapi yang pantas dan berhak disembah semata-mata hanya Allah Subhanahu Wata`ala, sebagaimana yang dipertegas dalam rukun menetapkan (menetapkan hak sesembahan hanya kepada Allah Ta`ala) Wallahu Ta`ala A`lam.
Dalam hal keyakinan sedikitpun kita tidak boleh salah langkah sehingga sengaja atau tidak telah membuka celah bagi musuh-musuh Islam untuk menebarkan syubhat-syubhat mereka.

Syarat-syarat “Lailaha Illallah”
Ketika salah seorang ulama ditanya: “Bukankah kalimat “Lailaha Illallah” adalah kunci surga?” Sang Alim menjawab: Betul sekali, akan tetapi yang namanya kunci tentu memiliki gigi (mata kunci), jika engkau membuka pintu dengan kunci yang bergigi lengkap niscaya pintunya akan terbuka, begitupun sebaliknya.
Ketika Hasan al-Bashri ditanya mengenai sebuah Hadits yang artinya: “barang siapa yang mengucapkan Lailaha Illallah masuk surga” , Beliau berkata: “Siapa mengucapkannya dengan melaksanakan segala tuntutannya maka dia masuk surga.”

Inginkah Kita Masuk Surga ???
Jangankan masuk Surga yang kenikmatan dan keindahannya tiada banding, tidak pernah disaksikan oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga, bahkan tidak terlintas dalam khayalan manusia. Masuk atau bergabung dalam sebuah instansi saja tidak langsung masuk begitu saja, akan tetapi terlebih dahulu melalui beberapa tahap, bahkan harus dengan memenuhi setumpuk persyaratan.
Namun sekali lagi Allah Ta`ala menunjukan kasih sayang terhadap hambaNya dengan memberikan syarat-syarat yang mudah untuk meraih janji-Nya yang sama sekali tidak bisa dibandingkan dengan dunia dan seisinya.
Seperti yang telah disinggung diatas, bahwa kunci surga itu adalah “Lailaha Illallah” akan tetapi harus digunakan dengan gigi kunci yang lengkap tentunya. Gigi kunci yang dimaksud adalah Syarat-syarat “Lailaha Illallah”.
Syarat-syarat tersebut adalah:
Ilmu, kalimat Lailaha Illallah tidak cukup hanya dibibir saja, akan tetapi harus betul-betul dipahami makna dan kandungannya, hal itu ditegaskan oleh Allah dalam firman-Nya, yang artinya: “Maka ketahuilah bahwa sungguh tiada Tuhan Yang berhak disembah selain Allah”.
Yakin, mengucapkan “Lailaha Illallah” harus disertai dengan penuh keyakinan tanpa keraguan sedikitpun. Hal itu dapat kita pahami dari firman Allah , Yang artinya: “Sungguh orang-orang mukmin adalah mereka yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya lalu mereka sedikitpun tidak ragu dengan keimanan itu”.
Menerima, ucapan “Lailaha Illallah” harus disertai dengan kesiapan menerima dengan hati dan lisan segala konsekuensi dari kalimat tersebut. Siapa yang menolak sesuatu dari tuntutan kalimat tersebut karena sombong atau dengki maka kalimat itu sama sekali tidak bermanfaat baginya.
Ketundukan dan kepatuhan melaksanakan segala tuntutan kalimat tersebut dengan segenap kemampuan, dalam firmannya Allah telah mengisyaratkan hal tersebut, yang artinya: “Dan barang siapa berserah diri kepada Allah, sedang dia orang yang berbuat baik sungguh dia telah berpegang pada buhul (tali) yang kokoh”.
Jujur, dimana hendaknya keyakinan dan sikap kita terhadap kandungan kalimat tersebut selalu nampak dalam tiap tingkah laku serta pembenaran dengan hati selalu sesuai dengan ucapan kita. Allah berfirman yang artinya: “Dan sungguh kami telah menguji orang-orang sebelum mereka , maka Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar dan pasti mengetahui orang-orang yang dusta”.
Ikhlas, perlu diketahui bersama bahwa penyandang kalimat “Lailaha Illallah” sangat berpantangan dengan yang namanya syirik, riya` (ingin selalu dilihat dan dipuji), segala amal perbuatannya semata-mata mengharapkan ridha Allah Ta`ala. Allah kembali menegaskan dalam firman-Nya, yang artinya: “Maka sembahlah Allah dengan tulus ikhlas beragama kepadanya”.
Cinta, orang yang meyakini Kalimat “Lailaha Illallah” wajib memiliki rasa cinta terhadap kalimat tersebut serta mencintai segala sesuatu yang berkaitan dengan-nya dan membenci semua yang dapat membatalkannya. Allah berfirman, yang artinya: “Dan orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah Ta`ala”.
Jika kita telah mampu merangkai ketujuh syarat tersebut menjadi sebuah mata kunci, maka itu berarti kita telah siap menjadi penghuni surga. Tidak perlu repot mengisi formulir, tidak perlu menyiapkan pas foto sekian kali sekian, tidak perlu tanda tangan dari ketua RT, ataupun RW. Tidak perlu bayar uang yang tak jelas, cukup dengan keinginan, kesadaran, kesungguhan, kesabaran maka kunci pintu perumahan surga siap menanti tentunya dengan Rahmat Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain-Nya.